Minggu, 11 Desember 2011

PROSES KOMUNIKASI

                Komunikasi adalah suatu proses pembentukan,penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seeorang dan/atau diantara dua orng atau lebih dengan tujuan tertentu. Komunikasi adalah suatu proses yang bersifat simbolis, transaksional, serta intentional (disengaja) dalam arti mempunyai tujuan.
Prinsip Dasar Proses Komunikasi
                Secara lineier, komunikasi sedikitnya melibatkan empat (4)elemen atau komponen sebagai berikut.
1.       Sumberatau pengiriman pesan atau komunikator, yakni seseorang atau sekelompok orang atau suatu organisasi/nstitusi yang mengambil inisiatif menyampaikan pesan.
2.       Pesan, berupa lambang atau tanda seperti kata-kata tertulis atau secara lisan, gambar, angka, gestura.
3.       Saluran, yakni sesuatu yang dipakai sebagai alat penyimpanan atau pengiriman pesan (misalnya telepon, radio, surat, surat kabar, majalah, TV, gelombang udara dalam kontens komunikasi antarpribadi secara tatap muka).
4.       Penerimaan/komunikan, yakni seseorang atau sekelompok orang atau organisasi/institusi yang dijadikan sasaran penerima pesan.
                Disamping keempat elemen tersebut diatas (lazim disebut sebagai model S-M-C-R atau Source-Message-Channel-Receiver), ada tiga elemen atau faktor lainnya yang juga penting dalam proses komunikasi, yakni:
1.      Akibat/dampak/hasil yang terjadi pada pihak penerima/komunikan.
2.      Umpan-balik/feedback, yakni tanggapan balik dari pihak penerima/komunikan atas pesan yang diterimanya.
3.      Noise (gangguan), yakni faktor-faktor fisik ataupun psikologis yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses komunikasi.
 
Tingkatan Proses Komunikasi
                Menurut Denis McQuail (1987), secra umu kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat dapat belangsung dalam enam (6) tingkatan sebagai berikut.
1.       Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication), yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa proses pengolahan informasi melalui panca indra dan sistem saraf. Misalnya: berfikir, merenung, ,emgingat-ingat sesuatu, menulis sebuah surat, dan menggabar.
2.       Komunikasi antarpribadi, yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lain. Misalnya: pecakapan secara tatap muka diantara dua orang, surat menyurat pribadi, dan percakapan melalui telepon. Corak komunikasinya juga lebih bersifat pribadi, dalam arti pesan atau informasi yang disampaikan hanya ditunjukan untuk kepentingan pribadi para pelaku komunikasi yang terlibat.
3.       Komunikasi dalam kelompok, yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung diantara anggota suatu kelompok. Pada tingkatan ini, tiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang dikomunikasikan juga menyangkut kepentingan selruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi. Misalnya: berbincang-bincang dalam keluarga antara bapak, ibu dan anak-anaknya.
4.       Komunikasi anatr kelompok/asosiasi, yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya, atau antara satu asosiasi dengan asosiasi lainnya. Jumlah pelau yang terlibat dalam komunikasi jenis ini boleh jadi hanya dua orang ataupun beberapa orang saja. Tetapi masing-masing membawakan peran dan kedudukannya sebagai wakil kelompok/asosiasi masing-masing. Dengn demikian pesan yang disampaikan menyangkut kepentingan kelompok/asosiai. Misalnya: pertemuan antara pengurus karang taruna desa A degan karang taruna desa B.
5.       Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi mencakup  kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antarogananisasi. Bedanya dengan komunikasi kelompok, adalah bahwa sifat komunikasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efesiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya. Misalnya: pertemuan antara direksi perusahaan A dengan para manjernya.
6.       Komunikasi dengan masyarakat secara luas
Pada tingkatan kegiatan komunikasi ditunujukan kepada masyarakat secara luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara:
1)      Komunikasi massa, yakni kamunikasi melalui media massa sperti radio, majalah, surat kabar, dan TV.
2)      Langsung tanpa melalui media massa, misalnya ceramah atau pidato dilapangan terbuka.
Sifat pesan komunikasi yang disampaikan  menyangkut kepentingan orang banyak, tidak bersifat pribadi.

Tujuan dan Akibat Komunikasi
                Kegiatan atau upaya komunikasi yang dilakukan tentunya mempunyai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud disini menunjuk pada suatu hasil atau akibat yang diinginkan oleh pelaku komunikasi. Secara umum, menurut  Wilbur Schramm (1974), tujuan komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif kepentingan  penerima/komunikan. Dengan demikian, maka tujuan komunikasi yang ingin dicapai dapat digambarkan sebagai berikut.
Tujuan komunikasi dari sudut kepentingan sumber
Tujuan komunikasi dari sudut kepentingan penerima
1)      Memberikan informasi
2)      Mendidik
3)      Menyenangkan/menghibur
4)      Menganjurkan suatu tindakan/persuasi
1)      Memahami informasi
2)      Mempelajari
3)      Menikmati
4)      Menerima atau menolak anjuran

                Sementara itu, Harold D. Lasswell (1948), seorang ahli ilmu politik yang kemudian menekuni komunikasi, mengatakan bahwa komunikasi mempunyai tiga (3) fungsi sosial: (1) pengawasan lingkunag, (2) kolerai di antara bagian-bagia dalam masyarkat untuk pencapaian konsensus mengenai lingkungan, (3) sosialisasi (transmisi nilai-nilai/warisan sosial dari suatugenerasi ke generasi selanjutnya.
                Disamping ketiga fungsi tersebut diatas, komunikasi juga mempunyai fungsi hiburan. Kegiatan komunikasi dengan demikian juga dapat diarahkanpada tujuan untuk menghibur. Banyak contoh dalam peristiwa sehari-hari yang menggambarkan hal ini. Misalnya menonton bioskop, mendengarkan radio, menonton TV, mengobrol dan bercanda dengan teman serta tetangga di waktu senggang.
                Berdasarkan pandangan Lasswell ini maka tujuan komunikasi dapat dijabarkan sebagai beriktu.
Tujuan komunikasi dipandang dari kepentingan sosial
Tujuan komunikasi dipandang dari kepentingan individu
1)      Berbagai pengetahuan umum tentang lingkungan sekitarnya.
2)      Sosialisasi peran, nilai, kebiasaan terhadap anggota-anggota baru.
3)      Memberi hiburan kepada warga masyarakat, menciptakan bentuk-bentuk kesenian baru, dan lain-lain.
4)      Pencapaian konsesus, mengontrol tingkah laku sosial.
1)      Menguji, mempelajari dan memperoleh gambaran tentang realistis, kesempatan dan bahaya.
2)      Memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk hidup bermasyarakat.
3)      Menimati hiburan, rileks, melarikan diri dari kesulitan hidup sehari-hari, dan lain-lain.
4)      Menentukan keputusan/pilihan, bertindak sesuai aturan sosial.

                Kegiatan atau upaya komunikasi yang dilakukan pihak sumber tentunya juga diharapkan menimbulkan uatu akibat atau hasil yang terjadi pada diri penerima yang sesuai dengan keinginan pihak sumber. Secara umum akibat atau hasil komunikasi ini dapat mencakup tiga aspek sebagai berikut.
1.       Aspek kognitif, yaitu yang menyangkut kesadaran dan pengetahuan. Misalnya, menjadi sadar atau ingat, menjadi tahu dan kenal.
2.       Aspek afektif, yaitu menyangkut sikap atau perasaan/emosi. Misalnya, sikap setuju atau tidak setuju, perasaan sedih, gembira, perasaan benci, dan menyukai.
3.       Aspek konatif, yaitu menyangkut perilaku/tindakan. Misalnya, berbuat sperti apa yang disarankan, atau berbuat sesuatu tidak seperti apa yang disarankan (menentang).
Terdapat banyak model yang menjelaskan tentang hal-hal yang dapat dijadikan sebaga indikator dari akibat atau hasil komunikasi yang terjadi pada pihak penerima untuk setiap aspek (kognitif, afektif, dan konatif). Tiga di antaranya yang cukup populer adalah model “AIDA” SINGKATAN DARI (Attention, Interest, Desire, dan Action), model ”Hierarki Efek”, dan model “adopsi inovasi” terutama penelitian-penelitian persuasi dan periklanan, sementara model “adopsi inovasi” terutama dipergunakan dalam penelitian mengenai difusi inovasi (penyebaran ide baru). Tabel berikut akan memberikan gambaran mengenai ketiga model tersebut.
Aspek/tahap
AIDA
Hierarki efek
Difusi inovasi
Kognitif
Attention
Hierarki efek (kesadarn) knowledge (pengetahuan)
Kowlede (pengetahuan)
Afektif
Interest (minat) desire (keinginan)
Lingkin (menyukai) preference (meyakinkan)
Persuasuin (persusi) decision (keputusan)
konatif
Action (tindakan)
Purchase (membeli)
Implementation (pelaksanaan) confirmation (konfirmasi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar